Senin, 12 Oktober 2026

Peringatan Tsunami Berakhir, Warga NTT Diminta Waspadai Gempa Susulan

Pasebainfo, Nagekeo — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mengakhiri peringatan dini tsunami setelah gempa bumi tektonik kuat mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026) pagi.

Gempa terjadi sekitar pukul 04.58 WIB. Informasi cepat awal BMKG mencatat kekuatan gempa magnitudo 7,0 dengan pusat berada di laut sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada kedalaman 10 kilometer.

Setelah dilakukan analisis lanjutan, BMKG memutakhirkan parameter gempa menjadi magnitudo 7,7 dengan kedalaman 15 kilometer. Episenter berada di laut sekitar 30 kilometer arah timur laut Mbay-Nagekeo.

Baca juga: Kapolda Aceh Redakan Massa Hari Damai Aceh, Berjalan Sendirian Tanpa Pengamanan

Gempa tersebut sempat memicu peringatan dini tsunami untuk sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Selatan.

Berdasarkan analisis BMKG, gempa dipicu aktivitas sesar naik atau thrust fault pada sistem Flores Back-Arc Thrust. Karakter gempa yang dangkal dan mekanisme sumber tersebut menyebabkan guncangan kuat sekaligus menimbulkan potensi tsunami.

Peringatan dini tsunami diterbitkan hanya beberapa menit setelah gempa terjadi sebagai langkah mitigasi bagi masyarakat pesisir yang berpotensi terdampak.

Baca juga: Penguatan Danantara sebagai Super Holding, Laba BUMN Perlu Perkuat APBN melalui PNBP

Dalam pemodelan awal, sejumlah wilayah pesisir masuk kategori Siaga dan Waspada. Pemerintah daerah dan masyarakat di kawasan terdampak diminta melakukan langkah antisipasi sesuai tingkat ancaman yang dikeluarkan BMKG.

Pemantauan muka air laut kemudian mendeteksi perubahan di sejumlah lokasi, di antaranya Labuan Bajo, Flores Timur, Sikka, Dompu, Maurole-Ende, Alor, Bulukumba, Baubau, dan Kolaka.

Setelah melalui pemantauan kondisi muka laut secara berkelanjutan, BMKG menyatakan peringatan dini tsunami akibat gempa tersebut berakhir pada pukul 07.30 WIB.

Meski peringatan tsunami telah dicabut, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan karena gempa susulan masih dapat terjadi.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang sumbernya tidak dapat dipertanggungjawabkan. Informasi gempa dan tsunami sebaiknya hanya diperoleh dari BMKG dan instansi pemerintah terkait.

Warga juga diminta memeriksa kondisi rumah dan bangunan sebelum kembali beraktivitas di dalamnya. Bangunan yang mengalami retakan, kerusakan dinding, maupun gangguan struktur sebaiknya tidak digunakan sampai dinyatakan aman.

Guncangan Dirasakan Luas

Gempa dirasakan kuat di berbagai daerah. Guncangan di Ruteng, Ende, Labuan Bajo, Maumere, dan Sumba Timur berada pada kisaran intensitas IV-V Modified Mercalli Intensity atau MMI.

Kota Bima dan Kabupaten Dompu merasakan guncangan hingga skala V MMI. Pada tingkat tersebut, getaran dapat dirasakan hampir seluruh penduduk dan mampu membuat banyak orang terbangun serta benda-benda yang tidak stabil bergeser atau jatuh.

Kupang dan Kabupaten Sumbawa Barat mengalami guncangan sekitar skala IV MMI, sedangkan Flores Timur, Lembata, dan Adonara berada pada kisaran III-IV MMI.

Getaran gempa juga dilaporkan terasa hingga Lombok Barat, Kota Mataram, Lombok Timur, Denpasar, Badung, Bulukumba, Jeneponto, Takalar, Gowa, dan Makassar dengan tingkat intensitas yang berbeda.

Luasnya wilayah yang merasakan gempa membuat masyarakat diminta tetap memperhatikan perkembangan informasi, terutama bagi mereka yang tinggal di kawasan pesisir maupun di sekitar bangunan yang mengalami kerusakan.

Jangan Abaikan Gempa Susulan

BMKG menekankan bahwa berakhirnya peringatan tsunami tidak berarti seluruh risiko bencana telah berakhir. Aktivitas gempa susulan masih terus dipantau.

Masyarakat diminta menghindari bangunan yang berpotensi roboh, tidak berkumpul di sekitar konstruksi yang mengalami kerusakan, serta memastikan jalur evakuasi dapat digunakan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.

Bagi warga yang berada di wilayah pesisir, pengetahuan mengenai titik kumpul, jalur evakuasi, dan lokasi yang lebih tinggi tetap penting sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan kejadian serupa.

Pemerintah daerah, BPBD, aparat keamanan, dan berbagai unsur penanggulangan bencana juga diharapkan terus menyampaikan informasi yang cepat dan mudah dipahami masyarakat untuk mencegah kepanikan maupun penyebaran kabar yang tidak benar.

BMKG meminta masyarakat hanya mengikuti informasi resmi melalui situs dan kanal media sosial BMKG, aplikasi InfoBMKG, InaTEWS, serta arahan pemerintah daerah dan petugas di lapangan.

Dengan berakhirnya peringatan dini tsunami, warga tetap diingatkan untuk menjadikan kejadian ini sebagai momentum meningkatkan kesiapsiagaan terhadap gempa bumi dan tsunami, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Timur yang memiliki aktivitas tektonik tinggi.

Tags

Terkini