Senin, 12 Oktober 2026

Wereng Serang Sawah di Sukadiri, Petani Desak Dinas Pertanian Segera Turun Tangan

TANGERANG — Serangan hama wereng mulai meresahkan petani padi di wilayah Kampung Rawakidang, Desa Sukadiri dan Desa Rawakidang, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang. Sejumlah tanaman dilaporkan mengalami perubahan warna menjadi kuning hingga kecokelatan dan sebagian mulai mengering.

Ajat Sudrajat, anggota Kelompok Tani Rawakidang Lor 1, mengatakan sekitar tiga hektare lahan anggota kelompoknya telah dilaporkan terdampak serangan wereng.

Menurut Ajat, angka tersebut masih merupakan data awal karena belum seluruh petani dan kelompok tani di wilayah sekitar menyampaikan laporan.

Baca juga: Dugaan Nikah Siri Dua Kades Tangerang Jadi Sorotan, Aturan Jabatan dan Sanksi Dipertanyakan

“Di Poktan Rawakidang Lor 1 yang sudah laporan ada sekitar tiga hektare. Itu belum dihitung dari anggota lain dan Poktan lainnya,” kata Ajat, Selasa (22/9/2026).

Ia mengatakan kondisi di lapangan membuat petani khawatir karena serangan dapat terus meluas apabila tidak segera dikendalikan.

Tanaman Mulai Menguning

Dari dokumentasi lapangan yang diterima PASEBAINFO, terlihat sebagian rumpun padi mengalami perubahan warna dari hijau menjadi kuning hingga kecokelatan.

Baca juga: Ikan di Sungai Cisadane Tangerang Bergerak Tidak Normal, Kualitas Air Jadi Sorotan

Pada beberapa titik, tanaman juga tampak mulai mengering. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran terhadap penurunan hasil panen.

Meski demikian, tingkat serangan dan luas kerusakan secara keseluruhan masih memerlukan pemeriksaan langsung dari petugas pertanian.

Laporan Sudah Disampaikan ke Penyuluh

Ajat mengatakan serangan wereng tersebut telah dilaporkan kepada penyuluh pertanian dari Balai Penyuluhan Pertanian Sepatan, Sulaeman.

Petani berharap laporan tersebut segera ditindaklanjuti dengan pengecekan lapangan, pendataan luas areal terdampak serta arahan pengendalian.

“Kami berharap ada perhatian dari Pemerintah Kabupaten Tangerang dan Dinas Pertanian. Jangan sampai serangan semakin luas baru dilakukan penanganan,” ujarnya.

Ia juga berharap pemerintah kecamatan ikut mengetahui kondisi tersebut agar koordinasi penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

Kerugian Diperkirakan Puluhan Juta Rupiah

Petani memperkirakan kerugian dapat mencapai puluhan juta rupiah apabila tanaman yang terserang tidak mampu menghasilkan panen secara optimal.

Namun nilai kerugian tersebut masih berupa perkiraan petani dan belum merupakan hasil perhitungan resmi dari pemerintah maupun petugas pertanian.

Hal yang sama berlaku untuk luas keseluruhan sawah terdampak. Data yang telah masuk dari Poktan Rawakidang Lor 1 baru sekitar tiga hektare, sementara laporan dari anggota lain dan kelompok tani lainnya masih belum seluruhnya dihimpun.

Poktan Minta Pemerintah Segera Bertindak

Ajat bersama Ketua Poktan Kidang Kencana, Nerin atau Sukri, berharap Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Pertanian segera melakukan pemeriksaan lapangan.

Petani meminta adanya pendataan menyeluruh, identifikasi tingkat serangan dan langkah pengendalian agar wereng tidak semakin menyebar ke hamparan sawah lainnya.

Mereka juga berharap petani mendapat pendampingan teknis mengenai langkah penyelamatan tanaman, terutama pada lahan yang mulai menunjukkan gejala kerusakan.

Ancaman Gagal Panen Jadi Kekhawatiran

Serangan wereng yang terus berkembang dikhawatirkan menurunkan produktivitas bahkan memicu gagal panen apabila kerusakan semakin berat.

Bagi petani, kerusakan tanaman tidak hanya berarti berkurangnya hasil panen, tetapi juga berpotensi menghilangkan biaya produksi yang telah dikeluarkan untuk pengolahan lahan, bibit, pupuk dan perawatan.

Karena itu, petani berharap penanganan dapat dilakukan sedini mungkin sebelum kerusakan meluas.

Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan resmi dari Dinas Pertanian Kabupaten Tangerang maupun BPP Sepatan mengenai total luas serangan, tingkat kerusakan serta langkah penanganan yang akan dilakukan.

(Red)

Tags

Terkini