Senin, 12 Oktober 2026

Wali Murid Pertanyakan Transparansi Biaya Outing Class SDN Kampung Melayu 1

Kabupaten Tangerang, 14/08/2026 — Sejumlah orang tua siswa kelas 6 SDN Kampung Melayu 1, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, mengikuti rapat bersama pihak sekolah pada Jumat, 14 Agustus 2026. Rapat tersebut digelar untuk membahas dan menentukan kegiatan outing class yang rencananya dilaksanakan pada Desember 2026.

Sebelumnya, pihak sekolah telah membagikan undangan dan angket kepada wali murid dengan dua pilihan lokasi kegiatan, yakni wisata Kota Tua dan Dunia Fantasi (Dufan) Ancol serta kegiatan outbound di Rivera Sentul, Bogor.

Namun, dalam rapat tersebut, tujuan kegiatan disebut mengarah pada wisata Museum Kota Tua dan Dunia Fantasi Ancol dengan biaya sebesar Rp530.000 per siswa.

Baca juga: Belajar Tanpa Batas Ruang dan Waktu

Hal tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan dari salah seorang wali murid berinisial AM (40). Ia mempertanyakan transparansi mengenai rincian biaya kegiatan karena informasi mengenai komponen biaya tersebut tidak dicantumkan dalam angket yang sebelumnya diberikan kepada wali murid.

AM juga mempertanyakan mekanisme pengumpulan angket. Menurutnya, semestinya angket dikumpulkan setelah rapat berlangsung sehingga para wali murid dapat menentukan pilihan berdasarkan informasi yang disampaikan dalam rapat. Namun, pihak sekolah telah meminta agar angket dikembalikan satu hari sebelum rapat.

“Kalau memang untuk menentukan pilihan, seharusnya wali murid mendapatkan informasi yang lengkap terlebih dahulu, termasuk rincian biaya, baru kemudian menentukan pilihan,” ujar AM.

Baca juga: Karakter Menjadi Mahkota Sejati Seorang Pelajar

Dalam kesempatan tersebut, AM juga menyampaikan agar pihak sekolah dan komite mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat saat ini. Menurutnya, orang tua siswa kelas 6 juga harus mempersiapkan berbagai kebutuhan pendidikan anak untuk melanjutkan ke jenjang SMP.

“Bukan berarti kami menolak kegiatan outing class. Kami hanya berharap ada keterbukaan mengenai biaya dan pelaksanaannya. Kondisi ekonomi masing-masing orang tua tentu berbeda, apalagi setelah lulus SD kami juga harus mempersiapkan biaya pendidikan anak ke SMP,” katanya.

Sementara itu, dalam sambutannya, Kepala SDN Kampung Melayu 1, HP Neni Mulyani, beberapa kali menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang berasal dari pihak komite sekolah.

Namun, berdasarkan jalannya rapat, tidak terdapat pemaparan langsung dari pihak komite mengenai rencana kegiatan maupun rincian biaya. Ketua Komite SDN Kampung Melayu 1, H.B. Supandi, juga tidak hadir dalam rapat dengan alasan sakit.

Kondisi tersebut turut menjadi perhatian wali murid karena informasi mengenai kegiatan dan pembiayaan seharusnya dapat disampaikan secara terbuka kepada seluruh orang tua siswa.

Ketika awak media berupaya melakukan konfirmasi lebih lanjut melalui WhatsApp kepada Kepala SDN Kampung Melayu 1, Neni Mulyani, termasuk meminta nomor kontak Ketua Komite untuk mendapatkan penjelasan langsung, yang bersangkutan tidak bersedia memberikan nomor telepon Ketua Komite.

Padahal, awak media bermaksud memperoleh keterangan secara langsung dari pihak komite mengenai mekanisme penentuan lokasi, dasar penetapan biaya Rp530.000 per siswa, serta rincian penggunaan dana kegiatan

Wali murid berharap kegiatan outing class tetap dapat dilaksanakan dengan mengedepankan transparansi, musyawarah, dan keterjangkauan, sehingga tidak menjadi beban bagi orang tua siswa.

Ketika Kepala Sekolah SDN Kampung Melayu I dikonfirmasi melalui chat What’s app, pemberitahuan sementara centang satu.

(SAE)

Tags

Terkini